Home / Besadu / Ragam

Monday, 3 November 2025 - 07:53 WIB

Pembatasan Kuota Pasien Gigi di Puskesmas Manggar ; Menyisakan Pertanyaan Besar

Foto ; Ist/Hendraadimulyana

Foto ; Ist/Hendraadimulyana

Besadu.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Hendra Adi Mulyana, seorang warga Manggar, Belitung Timur, baru-baru ini mengalami kekecewaan saat mengunjungi Puskesmas Manggar untuk melakukan pencabutan gigi.

Dengan harapan dapat segera mengatasi masalah gigi yang sudah goyang, ia datang dengan nomor antrian 30 untuk pelayanan umum.

Namun, sesampainya di puskesmas, Hendra justru ditolak oleh petugas pendaftaran dengan alasan bahwa hanya 15 pasien yang dapat dilayani dalam satu hari.

“Saya datang dengan harapan bisa langsung ditangani karena gigi saya sudah goyang-goyang. Tapi tiba-tiba ditolak. Petugas bilang kalau kuota pasien gigi hanya 15 orang per hari.

Ini yang bikin bingung, kenapa hanya 15 orang? Apa kebijakan ini dari dokter gigi Puskesmas Manggar, dari Puskesmas, atau dari Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim?” ujar Hendra, yang merasa kecewa dengan penolakan tersebut.

Ketidaksesuaian Layanan dengan Kebutuhan Masyarakat

Pernyataan Hendra menyentuh pada masalah yang lebih besar: bagaimana kebijakan pembatasan jumlah pasien di unit pelayanan kesehatan dasar seperti Puskesmas, khususnya di bagian poliklinik gigi, dapat mempengaruhi kualitas layanan kesehatan yang diterima masyarakat.

Mengingat tingginya kebutuhan akan perawatan gigi di Belitung Timur (Beltim), yang sebagian besar warganya mengeluhkan masalah gigi karena kandungan air yang mengandung firit, pembatasan ini justru menambah kesulitan bagi mereka yang membutuhkan perawatan.

“Tentu saja saya marah, apalagi kalau sedang sakit gigi. Apalagi harus antri lama, terus ditolak dengan alasan kuota. Itu bikin emosi,” tambah Hendra.

Ia juga menyarankan agar kebijakan pembatasan jumlah pasien ini segera dievaluasi. “Kalau alatnya kurang, ya, ditambah. Kalau dokter hanya bisa menangani 15 orang, kenapa tidak tambah dokter atau carikan dokter yang lebih banyak? Pelayanan kesehatan harus ditingkatkan, apalagi poly gigi di Beltim sangat dibutuhkan,” ujarnya dengan tegas.

Evaluasi Kebijakan dan Perbaikan Sistem

Penting untuk mengungkap siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas kebijakan pembatasan jumlah pasien ini. Apakah ini adalah kebijakan internal dari Puskesmas Manggar? Atau ada regulasi yang datang dari tingkat Kabupaten melalui Dinas Kesehatan yang membatasi jumlah pasien per hari di unit pelayanan gigi? Ini adalah pertanyaan yang harus dijawab agar masyarakat mendapat pemahaman yang jelas dan tidak merasa dirugikan.

Menurut beberapa sumber internal, kebijakan pembatasan jumlah pasien ini memang berhubungan dengan kapasitas sumber daya yang terbatas, baik dari segi tenaga medis maupun fasilitas medis di Puskesmas Manggar.

Namun, perlu diingat bahwa Beltim adalah kabupaten yang memiliki tingkat keluhan tinggi terkait masalah kesehatan gigi, dan ini menjadi tantangan besar bagi Dinas Kesehatan untuk merespons secara cepat dan tepat.

Agar masyarakat tidak dirugikan lebih lanjut, beberapa langkah konstruktif perlu dipertimbangkan :

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas Gizi Anak, Kapolda Babel Tinjau Langsung Proses MBG

1. Menambah Jumlah Dokter Gigi atau Tenaga Medis : Jika jumlah pasien yang datang melebihi kapasitas yang bisa dilayani, maka salah satu solusinya adalah menambah jumlah tenaga medis yang bisa menangani lebih banyak pasien, atau mengoptimalkan jadwal kerja agar pelayanan lebih maksimal.

2. Peningkatan Infrastruktur dan Alat Kesehatan : Kendala kekurangan alat atau fasilitas medis lainnya harus diatasi untuk memastikan bahwa pasien mendapatkan layanan dengan kualitas terbaik, terutama terkait masalah gigi yang umum ditemukan di Beltim.

3. Transparansi Kebijakan : Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim perlu menjelaskan secara terbuka alasan di balik pembatasan kuota ini, sehingga masyarakat tidak merasa bingung atau dirugikan. Komunikasi yang jelas dan terbuka akan menghindari kesalahpahaman dan memastikan pelayanan yang lebih baik ke depannya.

4. Peningkatan Pelayanan di Puskesmas : Mengingat poly gigi adalah bagian yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Beltim, penting untuk mengevaluasi ulang sistem dan kinerja pelayanan di Puskesmas. Salah satunya bisa dilakukan dengan mengadakan pelatihan untuk tenaga medis agar mereka bisa lebih efektif menangani pasien dalam waktu yang lebih singkat, atau bahkan membuka layanan di luar jam kerja normal jika diperlukan.

Masalah Kesehatan Gigi di Beltim: Mengapa Ini Penting?

Mengapa masalah kesehatan gigi di Beltim menjadi isu yang penting? Seperti yang disampaikan oleh Hendra, banyak warga Beltim yang mengeluhkan sakit gigi karena air yang mengandung firit.

Kondisi ini menyebabkan banyak orang, baik anak-anak maupun orang dewasa, mengalami masalah gigi yang cukup serius. Jika tidak ditangani dengan baik, masalah ini bisa berujung pada gangguan kesehatan yang lebih besar.

Tentu saja, jika tidak ada penanganan yang memadai, masalah ini akan semakin memperburuk kualitas hidup masyarakat, dan bisa mengganggu aktivitas mereka sehari-hari. Karena itu, pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya harus benar-benar diperhatikan.

Solusi untuk Masa Depan

Penting bagi pemerintah daerah, terutama Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim, untuk melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas Manggar.

Selain itu, masyarakat juga perlu diberikan pemahaman mengenai alasan di balik kebijakan pembatasan kuota pasien ini, agar tidak terjadi kesalahpahaman lebih lanjut.

Dengan adanya peningkatan kapasitas layanan, baik dari segi tenaga medis maupun fasilitas yang memadai, diharapkan masyarakat Beltim dapat menerima perawatan yang lebih baik, terutama dalam hal perawatan gigi yang menjadi masalah serius bagi banyak orang di daerah ini.

Apalagi, mengingat pentingnya menjaga kesehatan gigi untuk kualitas hidup yang lebih baik, hal ini tentu memerlukan perhatian lebih dari semua pihak yang terlibat. | Besadu.Com | */Redaksi | *** |

Share :

Baca Juga

A. Fuadi, dan Donny Damara di peluncuran buku Buya Hamka. Foto: Alexander Vito Edward Kukuh/kumparan

Besadu

Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul
Bobby Joseph. Foto: Instagram/@bobbyjsph

Besadu

Artis BJ yang Ditangkap karena Narkoba Adalah Bobby Joseph

Besadu

Inaba Award ; Apresiasi UI Membangun untuk Alumni & Mahasiswa Berdampak Positif

Besadu

Seruan Waspada Wakapolda Babel Hadapi Ancaman Kebakaran di Musim Kemarau

Besadu

Tim ERG PT TIMAH Tbk Lanjutkan Misi Kemanusiaan, Dukung Pemulihan Pasca Bencana

Besadu

“Commander Wish” Kapolda Babel Irjen Pol Dr. Viktor T. Sihombing, S.I.K., M.Si., M.H

Besadu

Kunjungan Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan

Besadu

M. Shadiq Pasadigoe ; Dari Bupati ke Anggota DPR RI, Hadirkan Harapan Baru bagi Sumbar