Besadu.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Puluhan pelaku kriya dan UMKM dari berbagai daerah berkumpul di Food Court Mampau, Belitung, pada Jumat (31/10/2025), untuk berpartisipasi dalam *Mampau Kriya Fest 2025*. Acara ini digelar untuk memperkenalkan karya-karya lokal, serta memperkuat sektor ekonomi kreatif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan menampilkan produk-produk inovatif dari para pelaku UMKM.
Festival ini diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bangka Belitung bersama UPTD PLUT UMKM Belitung, dengan tujuan utama memperkenalkan potensi ekonomi kreatif yang dimiliki daerah ini. Sebanyak 89 UMKM ikut serta dalam kegiatan ini, dengan 24 di antaranya merupakan pelaku kriya atau kerajinan tangan, sementara sisanya menampilkan produk kuliner dan olahan.
Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi, Muslim El Hakim Kurniawan, mengungkapkan bahwa selain UMKM dari Belitung, festival ini juga melibatkan peserta dari Kabupaten dan Kota lain di Bangka Belitung, seperti Belitung Timur dan Bangka. “Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang bazar, tapi juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dengan berbagai rangkaian acara, seperti workshop dan lomba-lomba kreatif,” ujar Muslim.
Kriya dan Kuliner, Simbol Kekuatan UMKM Lokal
Selain sebagai ajang promosi, *Mampau Kriya Fest 2025* juga menjadi sebuah platform bagi pelaku UMKM lokal untuk menunjukkan kualitas produk mereka. Muslim El Hakim menjelaskan bahwa meskipun ada beragam jenis produk yang dipamerkan, kriya dan kerajinan tangan menjadi sorotan utama. Produk-produk kriya khas Belitung, yang meliputi anyaman, ukiran, dan kerajinan berbahan dasar alam, berhasil menarik perhatian banyak pengunjung.
“Produk-produk kriya ini menjadi simbol pelestarian budaya lokal yang terus berkembang. Kita ingin menjadikan kriya sebagai bagian dari identitas Bangka Belitung yang harus terus dipromosikan,” kata Muslim.
Namun, menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk lokal ini secara lebih luas. “Kualitas produk sudah ada, yang perlu ditingkatkan adalah promosi dan pemasaran. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memberi kesempatan bagi UMKM untuk lebih dikenal,” lanjutnya.
Penguatan SDM dan Peningkatan Kapasitas UMKM
Salah satu tujuan besar dari festival ini adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaku UMKM, yang diwujudkan melalui berbagai sesi workshop dan lomba yang digelar selama acara. Dengan berbagai pelatihan dan pembekalan keterampilan, pelaku UMKM diharapkan dapat lebih berdaya saing di pasar lokal maupun nasional.
Acara ini juga dilengkapi dengan lomba-lomba yang berfokus pada kreativitas, seperti lomba desain batik, lomba fashion show yang menampilkan koleksi busana dari produk lokal, serta parade produk yang menampilkan berbagai inovasi dari sektor kriya dan kuliner. Workshop yang digelar tidak hanya terbatas pada aspek teknis produksi, tetapi juga mencakup materi pemasaran dan branding yang sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha mereka.
Dukungan Pemerintah dan Harapan untuk Pengembangan UMKM
Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan rasa optimisnya terhadap perkembangan UMKM di wilayah ini. Meskipun hanya menggunakan anggaran sekitar 100 juta rupiah dari APBD, Hidayat berharap bahwa kegiatan ini akan meningkatkan semangat para pelaku UMKM, sekaligus menjadi wadah untuk mengasah potensi mereka.
“Dengan anggaran yang terbatas, kami berharap acara ini dapat memberikan dampak yang besar, baik bagi pelaku UMKM maupun ekonomi daerah secara keseluruhan. UMKM di Belitung sudah memiliki kualitas yang memadai, tinggal bagaimana kita bisa memaksimalkan promosi dan pemasaran agar produk-produk ini dapat dikenal lebih luas,” ujar Hidayat dengan penuh harapan.
Hidayat juga menegaskan bahwa promosi produk lokal harus dilakukan secara besar-besaran, terutama dengan memanfaatkan platform digital yang kini semakin mendominasi. “Bagus, nyaman semua, tidak ada kurangnya. Tinggal kita kemas lagi dengan promosi yang lebih masif,” tambahnya.
Ekonomi Belitung Terus Bergerak Maju
Wakil Bupati Belitung, Syamsir, menyambut baik adanya berbagai festival yang digelar di Belitung, salah satunya *Mampau Kriya Fest 2025*. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sektor UMKM dan perekonomian daerah secara keseluruhan. “Belitung kini semakin ramai dengan berbagai festival, dan ini adalah peluang besar bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka,” ujar Syamsir.
Ia berharap agar semangat yang tercipta dari festival ini dapat terus berlanjut. “Semoga kegairahan ini terus berkelanjutan dan ekonomi kita di Provinsi Bangka Belitung terus berkembang,” lanjutnya, menunjukkan keyakinannya akan potensi besar sektor UMKM di daerah ini.
Sebuah Langkah Ke Depan untuk UMKM
*Mampau Kriya Fest 2025* bukan sekadar sebuah festival, melainkan juga merupakan upaya kolektif untuk meningkatkan daya saing UMKM dan memperkenalkan kekayaan budaya serta produk lokal Bangka Belitung ke dunia luar. Selain itu, festival ini memberikan pelatihan praktis bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka dengan lebih baik, dari sisi kualitas produk hingga strategi pemasaran.
Acara ini berlangsung dari 29 Oktober hingga 2 November 2025, dan selain bazar kriya serta UMKM, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai hiburan, seperti pertunjukan seni dan budaya lokal, yang semakin memeriahkan suasana. Harapannya, setelah *Mampau Kriya Fest 2025*, para pelaku UMKM akan mendapatkan lebih banyak peluang untuk berkembang dan bisa menjadikan produk mereka sebagai kebanggaan masyarakat Bangka Belitung.
Ke depan, penting untuk terus memberikan dukungan yang lebih besar kepada sektor ini, baik dari segi pelatihan, fasilitas, maupun promosi. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat, ekonomi kreatif di Bangka Belitung diharapkan dapat tumbuh lebih pesat dan berkelanjutan. | Besadu.Com | */Redaksi | *** |















