Home / Besadu / Headline / kabinet

Sunday, 16 November 2025 - 19:45 WIB

Beltim Perkuat Percepatan Penurunan Stunting Melalui Evaluasi & Kolaborasi

Foto ; repro/diskominfosp

Foto ; repro/diskominfosp

Besadu.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menunjukkan komitmennya dalam memerangi masalah stunting yang masih menjadi tantangan besar bagi daerah tersebut. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar, dalam pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Kabupaten Tahap IV yang berlangsung di Meeting Room Guest Hotel, Kamis (13/11/2025) lalu.

Rakor yang juga menjadi penutup kegiatan tahunan ini diharapkan dapat memaksimalkan hasil capaian yang telah diraih dalam upaya pencegahan stunting di Beltim.

Khairil Anwar, yang juga menjabat sebagai Ketua TPPS Kabupaten Beltim, mengungkapkan bahwa evaluasi kali ini sangat penting untuk melihat sejauh mana implementasi program-program penurunan stunting berjalan. “Pertemuan hari ini bukan sekadar agenda rutin.

Ini adalah kesempatan bagi kita untuk duduk bersama, menilai apa yang sudah berhasil, dan mengidentifikasi apa yang perlu diperbaiki agar langkah kita ke depan lebih efektif,” ujar Khairil.

Dalam kesempatan tersebut, Khairil menegaskan bahwa pencapaian di bidang penurunan angka stunting di Beltim tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor yang terus berkembang.

Hingga November 2025, tercatat sebanyak 44 orang tua asuh aktif yang berperan mendampingi keluarga berisiko stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting (GENTING). Program ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta di Beltim semakin kuat.

“Kolaborasi ini sangat penting. Tidak hanya sekadar menjalankan program besar, tetapi juga keberhasilan kita terletak pada konsistensi dalam langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama-sama. Gotong royong ini adalah kekuatan utama kita dalam menurunkan angka stunting,” lanjut Khairil.

Namun, meski banyak kemajuan yang dicapai, Khairil menekankan bahwa penurunan angka stunting bukanlah hal yang bisa dicapai dengan cepat atau instan. Dibutuhkan kesabaran, koordinasi yang kuat, dan intervensi yang tepat sasaran.

“Keberhasilan tidak datang begitu saja. Kami harus terus memperkuat koordinasi, memastikan bahwa setiap intervensi gizi dan pendampingan keluarga tepat sasaran dan terukur,” tambahnya.

Selain pemaparan oleh Wakil Bupati Khairil Anwar, dalam rakor tersebut juga hadir Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Beltim, Dianita Fitriani, yang turut memaparkan capaian dan hasil evaluasi pelaksanaan program penurunan stunting, serta menyampaikan strategi penguatan koordinasi lintas sektor hingga tingkat desa.

Baca Juga:  Operasi Zebra Menumbing 2025 ; Penegakan Hukum & Edukasi Keselamatan Berkendara

Dianita menyampaikan, salah satu tantangan terbesar dalam penurunan stunting adalah memastikan bahwa program yang ada dapat menjangkau setiap desa dan keluarga yang membutuhkan.

Strategi Kolaborasi dan Inovasi Lintas Sektor

Dalam rakor tersebut juga dibahas berbagai inovasi dan langkah strategis yang perlu diperkuat untuk mempercepat pencapaian target penurunan angka stunting.

Di antaranya adalah penguatan koordinasi antara berbagai organisasi masyarakat, seperti TP PKK, IDAI, IBI, dan PERSAGI, serta keterlibatan camat dan kepala UPT Puskesmas di tingkat kecamatan dan desa.

Kehadiran berbagai pihak dalam rakor ini mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyelesaikan masalah stunting yang kompleks.

Sebagai contoh, keterlibatan organisasi profesi seperti IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan IBI (Ikatan Bidan Indonesia) menjadi sangat krusial dalam memastikan bahwa program-program penurunan stunting tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berbasis pada praktik medis yang tepat.

Selain itu, melalui penguatan koordinasi ini, Pemkab Beltim berharap dapat memperluas jangkauan program GENTING dan memastikan bahwa lebih banyak keluarga berisiko mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.

Hingga saat ini, meski banyak langkah telah ditempuh, masih terdapat tantangan dalam menjangkau semua lapisan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang lebih terpencil.

Harapan ke Depan

Meski tantangan masih ada, semangat untuk terus bergerak maju dengan kolaborasi yang lebih intensif tetap menggebu. Rakor ini menjadi ajang bagi semua pihak untuk merumuskan langkah-langkah strategis yang lebih inovatif dalam mempercepat penurunan stunting.

“Langkah kita ke depan harus lebih terarah, lebih terkoordinasi, dan yang terpenting, kita harus bergerak lebih cepat agar angka stunting bisa segera menurun dan tidak lagi menjadi hambatan bagi generasi masa depan Beltim,” pungkas Khairil Anwar, menutup rakor yang penuh semangat tersebut.

Dengan komitmen yang terus terjaga dan langkah-langkah yang semakin tepat sasaran, Pemkab Beltim optimis bahwa angka stunting di daerah ini dapat turun signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Semua pihak diharapkan tetap bersatu dalam gerakan nasional ini demi masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Belitung Timur. | Besadu.Com | */Redaksi | *** |

Share :

Baca Juga

Besadu

Kecelakaan Lalin di Jalan Tol Belmera ; Bus TNI AL Tabrak Truk, 1 Orang Tewas dan 11 Luka-luka

Besadu

Seruan Waspada Wakapolda Babel Hadapi Ancaman Kebakaran di Musim Kemarau
Ilustrasi obat COVID-19. Foto: Shutter Stock

Besadu

Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19
Massa Aksi Reuni PA 212 bergerak ke arah Jalan Sudirman, Kamis (2/12). Foto: Nugroho GN/kumparan

Besadu

Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat

Besadu

Pemkab Beltim Tegaskan Tanggung Jawab Moral Terhadap Pendidikan Penyandang Disabilitas

Besadu

Disiplin & Integritas ASN ; Bupati Beltim Tegaskan Komitmen Pemerintah di Awal Tahun 2026

Besadu

Gus Yaqut, Tinggal di Prancis 24 Hari demi Hindari Pansus Haji
Petugas berjaga saat massa Aksi Reuni PA 212 bergerak ke arah Jalan Sudirman, Kamis (2/12). Foto: Nugroho GN/kumparan

Besadu

PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani